Langsung ke konten utama

Economic Growth Rate at the Start of 2008 Not as Expected

The Indonesian economic condition recently has not been in a good shape because of external and internal factors. The government is working hard in revising the state budget, because there aren’t many options.
As targeted at the beginning of the year, the rate of development seems to be at the lower level for the target between 6,2 – 6,8 % . Meanwhile the inflation rate at the beginning of 2008 has risen to the rate around 6 – 6,5% from the earlier target of 4 – 6 %.
Last January the inflation rate has reached a level of 1.77% and Year to Year reached 7,36%.Quite a high figure regarding that the target is around 4-6%.
These figures have risen because the macroeconomic indicators have worsened due to external conditions such as the sub prime mortgage crisis in the US. The central bank’s revised prediction of the US’s economic growth from 1.9 % to 1.5% shows the pessimism.
While the latest World Economic Growth was also corrected from 4.4% predicted to 4.1 %. This slowing of the world’s growth gives effects to the export rate and the nation’s economic growth.
The rise of the world’s oil prices has also increase the allocation for subsidies in Indonesia and burden the national budget. This increase allocation for local subsidies has also decreased the fiscal role of the budget which is for consumption and investment of the government aiming to create economic stimulus.
Even so the national reserve is still predicted to exceed the USD 70 billion. Currently (February 2008) the national reserve is USD 55 billion. This makes the rupiah in a stable level of Rp 9300 against the green bag.
The central bank’s rate around 7.5 to 8% is set so the real sector moves better. Currently housing loan rate (KPR) is in a ideal level around 9 -10%. But requirements are tighter then before.
The workforce tally each year for the late 5 years are 2,5 million new workforces while the economy only absorbs 180 thousand workforce for each 1 % of economic growth.The ideal figure is 400 thousand workforce absorption each percent of growth.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya Pengelolaan Uang Pribadi (Personal Finance)

 Mengelola uang pribadi dengan baik adalah langkah penting untuk mencapai kestabilan finansial. Banyak orang mengalami masalah keuangan bukan karena penghasilan yang kurang, tetapi karena kurangnya perencanaan dalam menggunakan uang. Dengan mengatur keuangan secara terencana—seperti mencatat pengeluaran, membuat anggaran bulanan, dan menyisihkan dana darurat—seseorang dapat lebih siap menghadapi kebutuhan mendesak tanpa harus tergesa-gesa mencari pinjaman. Salah satu dampak dari pengelolaan keuangan yang buruk adalah munculnya hutang yang terus menumpuk. Hutang yang tidak dikelola dengan baik bisa menjadi beban jangka panjang dan mengganggu kesejahteraan hidup. Terlebih jika hutang digunakan untuk kebutuhan konsumtif yang tidak mendesak, seperti membeli barang mewah atau gaya hidup berlebihan. Oleh karena itu, penting untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan sebelum memutuskan untuk berutang. Menjauhi hutang konsumtif berarti menjaga kesehatan keuangan pribadi. Jika pun haru...

Jenis-jenis Analisis Ilmu Ekonomi

Saat kita belajar ekonomi kita melakukan beberapa analisis yang disebut analisa ekonomi.Ada beberapa jenis analisis ekonomi yakni: 1. Ekonomi Teori (economics analysis) yaitu ilmu yang menerangkan hubungan peristiwa-peristiwa ekonomi dan kemudian merumuskan hubungan-hubungan itu dalam suatu hubungan ekonomi.contoh: hukum permintaan, hukum penawaran,teori produksi,dan lain-lain. 2. Ekonomi Deskriptif (deskriptive economics), yaitu ilmu yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya wujud dari perekonomian tsb.Contohnya: keadaan petani di Klaten,inflasi tahun 1997,dst. 3. Ekonomi Terapan (applied economics), yaitu ilmu ekonomi yang menelaah kebijakan-kebijakan yang perlu dilaksanakan dalam mengatasi masalah-masalah ekonomi. contoh: ekonomi moneter, ekonomi koperasi, ekonomi perusahaan,dll BelajarEkonomi.Com

Mudahnya Terlilit Hutang di Zaman Sekarang

"Saya mau bayar 235 ribu, angsuran paylater ", seorang ibu rumah tangga berkata. "Saya mau bayar angsuran pinjol 175ribu" kata seorang mahasiswa. Ini adalah pemandangan jaman now, di counter mini market terdekat anda. Pas ditanya "hutangnya total berapa Bu?" , "21 juta mas" POIN KEWASPADAAN : PINJOL SUDAH DILEGALKAN PEMERINTAH AGAR RANTAI EKONOMI  (Consumption (C) dalam rumus GDP : C+I+G +(X-M) TERUS BERJALAN MESKIPUN BERHUTANG. Bila suatu negara C nya berhenti, ekonomi bisa masalah. Indonesia terkenal konsumsi individualnya tinggi, meski krisis, konsumsi makan enak, belanja barang terus joss.Realitanya sudah banyak yg tenggelam secara ekonomi. Bayangkan ditambah JUDOL lagi. Di era digital saat ini, terlilit hutang menjadi hal yang semakin mudah terjadi. Terlilit hutang adalah kondisi di mana seseorang tidak lagi mampu membayar angsuran hutangnya secara lancar karena jumlah kewajiban sudah melebihi kemampuan pemasukan. Banyak orang baru menyadari...