Langsung ke konten utama

Pursuing the Economic Outlook of O-Eight

The 2008 economic outlook has been predicted by many analysts. There are optimism and also pessimism. Only time will later prove it.
The economic growth is expected to be 6,5 % due to developments outside of Java. The government’s target is 6,8 %. Development in Java Island is perceived to be in a stagnant phase already.
The world’s crude oil price could again reach sky high in 2008 (towards USD 100/barrel) therefore the government will have to increase subsidies or find other solutions to this problem. Currently, they are socializing this scheme to shift from lower octane fuel to a higher one along with the increasing price. But it is not popular to the people.
The program of shifting from kerosene to LPG is still not as the government plan yet. In many rural areas in Indonesian cities we see people queuing for kerosene for their daily cooking needs, while LPG is not well spread according to plan.
As the effect of this price increase, it would trigger inflation rate to a figure 6,8% above 4- 6 % target of the government. This means that the Central Bank Rate (BI Rate) wouldn’t get any lower than the current 8% figure. Even so, the government has a more optimistic figure of 7,5%.
The US sub prime mortgages issue is still haunting the global economy cause it will determined whether the US will step into an economic recession phase. This year (2007) alone, many investors shift their portfolio investments to high grade economy countries (Asian Markets) to gain more profit because of higher yield.
Because of the above conditions, analyst predicts that the stock market could reach an index of 3000 – 3600 as a bullish condition. Any movements of the Fed Rate has direct impact to Asian markets proven by 2007’s September decrease from 5,25% to 4,25%.
But this December after proven that that lowering did not do much to the US economy, the world markets seems to now have immunity to such policy.
The scenario that we would not want to see is the US economic recession impacts China (China’s reserves most are in USD), then later impacts the Asian markets including Indonesia.
Currently Indonesians are relying on CPO, mining goods, and the portfolio investment markets. But prices could get bad in international trading because of bargaining conditions.
The RI economic team has great responsibility to the sustainability and stability of the Indonesian economy.
Redaksi
BelajarEkonomi.Com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jenis-jenis Analisis Ilmu Ekonomi

Saat kita belajar ekonomi kita melakukan beberapa analisis yang disebut analisa ekonomi.Ada beberapa jenis analisis ekonomi yakni: 1. Ekonomi Teori (economics analysis) yaitu ilmu yang menerangkan hubungan peristiwa-peristiwa ekonomi dan kemudian merumuskan hubungan-hubungan itu dalam suatu hubungan ekonomi.contoh: hukum permintaan, hukum penawaran,teori produksi,dan lain-lain. 2. Ekonomi Deskriptif (deskriptive economics), yaitu ilmu yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya wujud dari perekonomian tsb.Contohnya: keadaan petani di Klaten,inflasi tahun 1997,dst. 3. Ekonomi Terapan (applied economics), yaitu ilmu ekonomi yang menelaah kebijakan-kebijakan yang perlu dilaksanakan dalam mengatasi masalah-masalah ekonomi. contoh: ekonomi moneter, ekonomi koperasi, ekonomi perusahaan,dll BelajarEkonomi.Com

MENGIKUTI KATA HATI DALAM MENCINTAI APA YANG KITA LAKUKAN

Mungkin anda pernah mendengar ucapan dari seorang wirausaha sukses pencipta Iphone dan Ipad, ya siapa lagi kalo bukan Steve Jobs. Dia bilang " Apabila kita tidak mencintai apa yang kita lakukan, maka akan sulit untuk kita berprestasi dalam apa yang kita lakukan tersebut". Kurang lebih maknanya seperti itu saat suatu inagurasi (pelantikan) mahasiswa di universitas terkenal di Amrik sana. Anda saat ini mungkin sedang bekerja atau melakukan sesuatu yang menurut anda memang mesti dilakukan karena tuntutan kebutuhan hidup. Tetapi apakah itu merupakan hal yang anda benar-benar senang untuk mengerjakannya ? Coba dipikirkan lagi, Fakta membuktikan bahwa banyak orang yang gagal tetapi belum ditelaah penyebabnya, misalnya keluar dari pekerjaan sebagai sales, semata-mata karena merasa tidak memiliki bakat atau cenderung menyalahkan situasi. Padahal sebenarnya adalah karena tidak cukup 'cinta' pada pekerjaanya, Terbukti dengan tidak melakukan 'upgrading diri', penin...

Membuat Business Plan yang meyakinkan (Bag 2)

Ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya : Bagian 1 Ada beberapa jenis business plan yang paling banyak dibuat oleh pebisnis diantaranya : Executive Summary . Jenis ini adalah sebuah ringkasan dari rencana bisnis yang terdiri biasanya paling banyak 2 (dua) halaman yang menjelaskan isi dari rencana bisnis kita meliputi : produk, rencana pemasaran dan penjualannya,rencana strategis , tim manajemen, rencana rencana keuangannya Business Plan jenis ini meskipun sangat singkat tetapi mampu memberi keyakinan kepada investor tersebut. Oleh sebab itu mesti diperhatikan bahwa segala aspek dari rencana bisnis tersebut termuat di dalamnya. Summary Business Plan Jenis ini adalah adalah pengembangan dari jenis yang pertama karena selain Executive Summary , ada beberapa komponen lainnya yang diuraikan secara tersendiri. Biasanya maskimal terdiri dari maksimal 10 halaman. Untuk rencana keuangannya telah dibuat dalam proyeksi arus kas (Cashflow Prediction) yang diproyeksikan sampai 2...