Langsung ke konten utama

The Plunging World Stock Markets, Reality in the Proceeding.

(Belajar Ekonomi.Com HQ Bandung) As predicted before, the world stock markets have tumbled beyond all recognition. This is because Bush’s USD 145 Billion Stimulus Package, still waiting for congressional approval which meant to cut tax rates to boost the consumption rate, is believed by the world market to give only small impact.

The London market (FTSE Index), one of the prestigious stock market of Europe and one of top indicators of the European Market yesterday fell 5.48 %. Paris’s CAC 40 decline 6.83%. While German’s Frankfurt DAX fell 7.16%. The Madrid Stock also went 7.54% lower.

The south American Market took effect after the European market. Sao Paulo’s index fell 6%, Buenos Aires index fell 4.64% and the Mexican fell 4.77%.

Previously the Asian market fell in concerning figures. The Tokyo Nikkei closed 3.86% lower to 13,325.94. The Hanseng Index of Hongkong fell 5.5% lower. Chinese Shanghai Composite declined 5.1% and the Indian 7.4 %.

Last week’s 4.5% lowering of the Dow Jones is the market’s reaction of the Bush policy that analyst consider as too little (in value) and exercised too late and could not change the mind of investors. They think it would not do much to avoid a recession in the US Economy.

The policy was meant to give business incentives, cut tax, and other actions to increase economic growth. The symptoms towards a recession were first triggered by the Sub-prime Mortgage Crisis which there was an increase in high risk property mortgage.

An economic recession is when there is a negative economic growth for 2 quarters subsequently. The market expected some surprises from Bush. But it turned out to fall beyond expectations.

The deepest impact will be for countries such as Japan and China whom has high volume of export to the US. For other Asian countries there has been a diversified export destination. But there are still threats that China will divert their products to other countries with large markets like Indonesia.

The traditional effect is that local industries will fail to compete, layoffs to occur and further impacts of uneven trade.

Redaksi BelajarEkonomi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jenis-jenis Analisis Ilmu Ekonomi

Saat kita belajar ekonomi kita melakukan beberapa analisis yang disebut analisa ekonomi.Ada beberapa jenis analisis ekonomi yakni: 1. Ekonomi Teori (economics analysis) yaitu ilmu yang menerangkan hubungan peristiwa-peristiwa ekonomi dan kemudian merumuskan hubungan-hubungan itu dalam suatu hubungan ekonomi.contoh: hukum permintaan, hukum penawaran,teori produksi,dan lain-lain. 2. Ekonomi Deskriptif (deskriptive economics), yaitu ilmu yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya wujud dari perekonomian tsb.Contohnya: keadaan petani di Klaten,inflasi tahun 1997,dst. 3. Ekonomi Terapan (applied economics), yaitu ilmu ekonomi yang menelaah kebijakan-kebijakan yang perlu dilaksanakan dalam mengatasi masalah-masalah ekonomi. contoh: ekonomi moneter, ekonomi koperasi, ekonomi perusahaan,dll BelajarEkonomi.Com

MENGIKUTI KATA HATI DALAM MENCINTAI APA YANG KITA LAKUKAN

Mungkin anda pernah mendengar ucapan dari seorang wirausaha sukses pencipta Iphone dan Ipad, ya siapa lagi kalo bukan Steve Jobs. Dia bilang " Apabila kita tidak mencintai apa yang kita lakukan, maka akan sulit untuk kita berprestasi dalam apa yang kita lakukan tersebut". Kurang lebih maknanya seperti itu saat suatu inagurasi (pelantikan) mahasiswa di universitas terkenal di Amrik sana. Anda saat ini mungkin sedang bekerja atau melakukan sesuatu yang menurut anda memang mesti dilakukan karena tuntutan kebutuhan hidup. Tetapi apakah itu merupakan hal yang anda benar-benar senang untuk mengerjakannya ? Coba dipikirkan lagi, Fakta membuktikan bahwa banyak orang yang gagal tetapi belum ditelaah penyebabnya, misalnya keluar dari pekerjaan sebagai sales, semata-mata karena merasa tidak memiliki bakat atau cenderung menyalahkan situasi. Padahal sebenarnya adalah karena tidak cukup 'cinta' pada pekerjaanya, Terbukti dengan tidak melakukan 'upgrading diri', penin...

Pentingnya Pengelolaan Uang Pribadi (Personal Finance)

 Mengelola uang pribadi dengan baik adalah langkah penting untuk mencapai kestabilan finansial. Banyak orang mengalami masalah keuangan bukan karena penghasilan yang kurang, tetapi karena kurangnya perencanaan dalam menggunakan uang. Dengan mengatur keuangan secara terencana—seperti mencatat pengeluaran, membuat anggaran bulanan, dan menyisihkan dana darurat—seseorang dapat lebih siap menghadapi kebutuhan mendesak tanpa harus tergesa-gesa mencari pinjaman. Salah satu dampak dari pengelolaan keuangan yang buruk adalah munculnya hutang yang terus menumpuk. Hutang yang tidak dikelola dengan baik bisa menjadi beban jangka panjang dan mengganggu kesejahteraan hidup. Terlebih jika hutang digunakan untuk kebutuhan konsumtif yang tidak mendesak, seperti membeli barang mewah atau gaya hidup berlebihan. Oleh karena itu, penting untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan sebelum memutuskan untuk berutang. Menjauhi hutang konsumtif berarti menjaga kesehatan keuangan pribadi. Jika pun haru...