Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label GAYA HIDUP

Mudahnya Terlilit Hutang di Zaman Sekarang

"Saya mau bayar 235 ribu, angsuran paylater ", seorang ibu rumah tangga berkata. "Saya mau bayar angsuran pinjol 175ribu" kata seorang mahasiswa. Ini adalah pemandangan jaman now, di counter mini market terdekat anda. Pas ditanya "hutangnya total berapa Bu?" , "21 juta mas" POIN KEWASPADAAN : PINJOL SUDAH DILEGALKAN PEMERINTAH AGAR RANTAI EKONOMI  (Consumption (C) dalam rumus GDP : C+I+G +(X-M) TERUS BERJALAN MESKIPUN BERHUTANG. Bila suatu negara C nya berhenti, ekonomi bisa masalah. Indonesia terkenal konsumsi individualnya tinggi, meski krisis, konsumsi makan enak, belanja barang terus joss.Realitanya sudah banyak yg tenggelam secara ekonomi. Bayangkan ditambah JUDOL lagi. Di era digital saat ini, terlilit hutang menjadi hal yang semakin mudah terjadi. Terlilit hutang adalah kondisi di mana seseorang tidak lagi mampu membayar angsuran hutangnya secara lancar karena jumlah kewajiban sudah melebihi kemampuan pemasukan. Banyak orang baru menyadari...

Hal-hal yang Perusahaan Kartu Kredit Tidak Mau Anda Mengetahuinya

       Sebagai melinial jaman now, sulit rasaya tidak tertarik untuk kehidupan yang serba 'glamour'. Status artis di instagram, status teman di FB dan sosial media seakan merupakan panggung kehidupan untuk menilai sudah sejauh mana pencapaian bidang ekonomi. Semua seakan memanggil untuk hayo mari kita beli-beli dan konsumtif. Gaya hidup traveling akhir tahun sekeluarga, meskipun lagi bokek tidak masalah. Yang penting kan bisa pakai kartu sakti alias ngutang. "Ini bukan hutang lho. ini cuman membantu menunda pembayaran", itu kata mereka lalu : "Bayangkan reward poin yang akan anda dapatkan. Bisa ditukar sama berbagai merchindize" . "Asyiik, dengan kartu plastik ini saya jadi punya Rp 30 juta di kantong dan tinggal 'gesek' saja bila perlu apa2." Begitulah kurang lebih perasaan saat memegang kartu tersebut. Dorongan dari media sosial ini dan pergaulan yang dilakukan di lingkungan sekolah atau kantor, akhirnya mengakibatkan diri terjebak dalam ...

Mengapa Hutang Tidak Baik Untuk Pebisnis

 Saat ini paradigma yang ada dibenak banyak pebisinis adalah bahwa hutang bila dikelola dengan baik merupakan suatu hal yang sehat dan sangat penting untuk bisnis. Lebih teoritisnya akan memberikan leverage yang baik untuk pengembangan usaha.   Sekarang saya mau ubah paradigma tersebut dengan segala argumentasinya. Realitanya banyak sekali saat ini pengusaha yang memiliki rumah mewah, mobil mewah dengan seri terbaru.Dan memberikan kesan wah bagi yang melihatnya.  Bagi yang melihat dan kenal dengan pengusaha tersebut, maka pertanyaan yang dibenak anda pasti : "Wah pasti enak ya hidupnya, serba berkecukupan. Kayaknya apa yang diinginkan, pasti tinggal dibeli saja". Banyak yang tidak tahu dari perspektif si pengusaha / orang kaya tersebut. Realita yang ada dibenaknya adalah : "Wah omset bulan ini berapa ya, ini tagihan ke bank bulan ini nutup ga ya? Mana ini belanja bulan ini luar biasa tagihan kartu kredit bakal bengkak lagi ini. Tapi aku mesti posting kegiatan golf aku ni...

Tahap Terjadinya Kemelaratan sebuah Keluarga Menengah

Ada suatu ilmu yang mana ilmu tersebut memang tidak pernah di ajarkan di sekolah baik sekolah formal, bahkan di sekolah ekonomi atau bisnis. Itulah ilmu pengelolaan keuangan pribadi.  Apabila kita mengucapkan hal tersebut atau lebih terkenal dengan istilah 'personal finance', banyak diantara kita yang menganggap sepele hal tersebut. "Ah... itu mah gampang", "gak perlu dipelajari" , "aku masih muda, dan orang tuaku tajir,.. ngapain juga aku repot-repot belajar personal finance", "lagian di internet banyak, tinggal aku googling". Faktanya, banyak orang, bapak-bapak, anak muda, ibu rumah tangga, artis, bahkan profesional di bidang bisnis dan keuangan belajar tentang keuangan pribadi ini dengan cara yang menyakitkan, atau cara yang 'sulit' atau ' the hard way '. Yakni mengalami 'kesulitan ekonomi' baru mau belajar atau peduli. Ada yang mengalaminya cukup ekstrim sehingga mengubah paradigma tentang keuangan, cara mencar...